Kamis, 22 November 2012

Mr. R.H Kasman Singodimedjo layak jadi pahlawan


Dr. Anhar Gongong, Dr. Hamdan Zoelva dan Prof. Laode M.K

Hari ini jujur saya berbunga dan berbangga bahwa, ditengah carut marut negeri ini, dengan berbagaimacam problemnya. Masih ada sekelompok orang yang terus saja berfikir optimis untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya. 

Kita tahu betul, hari ini kita tengah digempur oleh gelombang masalah, kasus korupsi yang merebak dimana-mana. Laksana mendung pekat yang menyelimuti negeri. Apa yang disajikan ditelevisi hari ini mengenai prilaku orangtua sungguh jauh dari apa yang disebut teladan.

Hari ini bangsa kita miskin teladan. Susah sekali untuk mencari row model bagi generasi muda. Dan ini sangat menghawatirkan. Bangsa kita nyaris kehilangan kepribadian. Dan anak-anak mudanya susah untuk mencari panutan.

Dalam kekelaman inilah menjadi penting bagi kita untuk kembali mengigat sejarah, melihat bahwa jauh hari para founding father kita telah memperlihatkan bagaimana anak negeri ini seharusnya berkiprah. Bagaimana ketulusan mereka, semangat juang mereka, dan konsistensi mereka dalam memegang kebenaran..

Saya jadi ingat akan jargon indah yang selalu dikatakan bapak soekarno dulu. Jas merah. Kata beliau. Jangan lupakan sejarah.

Ya karena sejarah adalah sesuatu yang pernah terjadi oleh para pendahulu kita, untuk menjadi pijakan kita hari ini untuk berkiprah.

Hari ini secara khusus kita akan membicang salah satu bintang yang bersinar dilangit Indonesia. Bintang yang karena terlalu lama tidak lihat, sehingga kita merasa tidak pernah ada.


Namanya adalah Prof. Dr. Mr. R.H. Kasman Singodimedjo. Pribadi yang paling berpengaruh dalam dunia kemiliteran waktu itu. Kalau saudara-saudara pernah ingat, ada nama Supriyadi dala catatan sejarah, yang konon hilang tak tau ujung rimbanya.

Maka setelah Supriyadi orang yang paling berpengaruh dalam dunia militer waktu itu adalah otto Iskandar dinata yang menjadi ketua BKR. Seperti halnya Sopriyadi Otto juga dilaporkan  hilang, dan kasmanlah yang menjadi pengantinya.

Peran bapak Kasman tentu tidak kecil untuk negeri ini. sebut saja, pada Detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaan. pada 16 Agustus 1945, dalam pertemuan dengan para Daidancho se-Jawa dan Madura di Bandung, Kasmanlah yang  memberi arahan kepada para Daidancho agar semua persenjataan yang telah berada di tangan PETA tidak diserahkan kepada tentara Jepang.

Tentang siapa bapak kasman, simaklah dengan baik kesaksian Jenderal Nasution, kata beliau bahwa sesungguhnya negeri ini berhasil berdiri tegak karena kiprah dari Soekarno-Hatta-Kasman, di mana Kasman dirasakan sebagai tokoh militer yang terdepan ketika itu.

“Hanya dengan pimpinan Soekarno-Hatta-Kasman rakyat dapat digerakkan secara massal, dan kegiatan tanpa disertai ketiga pemimpin ini, dewasa itu akan merupakan suatu gerakan yang hanya setengah-setengah saja,”

Tentu saja kiprah kasman untuk negeri ini tidak hanya sebatas itu, pernah ia menjadi Ketua KNIP, Kasman juga pernah menjadi Jaksa Agung juga Kepala Kehakiman dan Pengadilan Militer pada Kementerian Pertahanan.

Disini saya hanya memberikan catatan kecil. Bahwa Forum-forum semacam ini menjadi penting untuk menjadi bagian dari terapi mental bangsa ini yang sangat rapuh. Kita butuh banyak keteladanan. Generasi ini butuh untuk melihat bintang-bintang bangsa ini. kalau sebelumnya kita telah sukses mengangkat bapak Nasir, lalu Mr Sjafruddin maka semoga begitu pula dengan bapak Kasman Singodimejo ini.

(Sambutan Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D dalam Seminar Nasional : “Prof. Dr. Kasman Singodimedjo Pejuang Kemerdekaan yang terlupakan” diselenggarakan di UNISSULA, 17 Juli 2012. )

Sebagai Keynote speaker adalah Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan Kepala Dinas Sosial Prov Jawa Tengah, Bapak  Drs. Budi Wibowo, MSi, sebagai pembicara : 1. Dr. Anhar Gongong (Sejarawan)  2. Dr. Hamdan Zoelva, SH.MH. (Hakim MK) dan moderator : Prof. Laode M. Kamaluddin, P.hD. hadir juga Bapak Dr. (H.C.) AM. Fatwa sebagai Ketua Panitia Pengusul Pemberian Gelar Pahlawan Nasional.


Dalam seminar tersebut menghasilkan Deklarasi dan Rekomendasi yang ditandatangani oleh (Panitia Pengusul Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo dan Abdul Kahar Mudzakkir) Bapak Dr. (H.C.) A.M. Fatwa dan Rektor UNISSULA Semarang Bapak Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D
...........

Foto dr kanan : Dr. Hamdan Z., Dr. Anhar Gongong, Dr AM Fatwa Prof Dewi , Dr. Ahmad D. dan Prof. Laode
   
Dr AM Fatwa dalam memberikan sambutan

DEKLARASI DAN REKOMENDASI
SEMINAR NASIONAL PROF. DR. MR. R. H. KASMAN SINGODIMEDJO:
PEJUANG KEMERDEKAAN YANG TERLUPAKAN

Pertama:
Perlunya penelusuran dan pelurusan kembali sejarah dan peri kehidupan Prof. Dr . Mr. R. H. Kasman Singodimedjo serta sejumlah tokoh dengan prespektif yang lebih adil dan tidak bias pada kepentingan politik kelompok tertentu;
Kedua:
Perlunya segenap elemen bangsa untuk meneladani jiwa dan semangat perjuangan Prof. Dr. Kasman Singodimedjo sebagai negarawan, politisi, pendidik, pemikir, pendakwah yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara jauh di atas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan ;
Ketiga:
Perlunya pemerintah untuk mengevaluasi kembali peran dan posisi Prof. Dr. Mr. R. H. Kasman Singodimedjo dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk kemudian melalui penilaian dan pertimbangan yang lebih adil dapat memberikan penghargaan atas perjuangan Prof. Dr. Mr. R. H. Kasman Singodimedjo bagi negara dan bangsa Indonesia dengan memberinya Gelar Pahlawan Nasional.

Foto bersama  Prof. Dewi Nurul Mustaqimah (putri Mr Kasman), Achmad Zaid dan Dr. (H.C) A.M Fatwa

 






Senin, 19 November 2012

MATAHARI KEHIDUPAN

MATAHARI KEHIDUPAN
(Haji Muhammad Sulchan)

Dalam rangka perayaan 50 th UNISSULA telah dilaunching sebuah buku autobiografi dari salah satu perintis dan pendiri Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, dengan gaya bahasa sastra yang indah dan mudah dicerna, buku ini sungguh sebuah karya masterpiece kehidupan yang menuturkan kisah perjuangan dari seorang anak nelayan yang miskin lagi yatim tetapi mempunyai cita-cita yang tinggi. Dengan keuletan dan kegigihannya dia berhasil menjadi pengusaha bonafide dari golongan pribumi yang tidak diperhitiungkan pada waktu itu. Ia pun berjuang melalui Serikat Dagang Indonesia di era kemerdekaan. Bintang Satya lencana yang dianugerahkan pemerintah Republik Indonesia adalah bukti dia sebagai pengusaha sukses pada eranya.


Prolog:

marufphotofile
H.M Sulchan (alm.) waktu masih muda
Kasan, Itulah Namaku!

          Kasan itulah namaku. Aku anak nelayan miskin lagi yatim, yang tak mau menyerah dengan kemelaratan yang menimpa keluargaku. Ya, aku hanya anak nelayan miskin, yatim, yang ingin menjadi "matahari kehidupan"yang tak pernah padam. Meskipun aku telah mati berkalang tanah. Aku memang dilahirkan dari keluarga melarat, tapi aku tak mau kalah dengan kemelaratanku. Bolehlah aku lahir melarat, tapi mentalku tak boleh melarat. Bukan kah aku ingin menjadi "matahari kehidupan". Dan bukankah matahari itu tidak disinari, tapi ia menyinari. Aku tentulah ingin seperti itu.
           Aku dilahirkan pada tahun 1910 di sebuah perkampungan nelayan, Dusun Angin-Angin, di daerah Wedung, Kabupaten Demak, Ayahku seorang nelayan tradisional. Ibuku seorang buruh upahan dan juga buruh pembantik di kedai milik Cina.
Karena kemelaratan yang payah, aku hanya mencapai pendidikan formal, SD kelas IV, yang waktu itu disebut Sekolah Ongko Loro. Untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi tidak mungkin,  karena tidak mampu sama sekali.
           Kumulai dengan menjual kacang di pinggir jalan kemudian berganti menjadi penjual anyaman bambu, yang kujual ke pasar di desa Buyaran, kurang lebih 10 km dari Demak.
           Gagal mencoba kehidupan di kota Demak, kemudian pindah lagi ke sebuah pelabuhan nelayan kecil di Moro Demak. di perkampungan nelayan itu aku mencari nafkah sebagai penjual air tawar yang kujajakan dari kampung ke kampung dengan menggunakan sebuah biduk atau perahu kecil yang kusewa.
           Beberapa bulan kemudian di dekat rumahku berdiri sebuah pabrik penggilingan padi, sebuah usaha patungan antara seorang pribumi dari Pekalongan bernama Haji Mukrad, dengan seorang Jepang, bernama Takaeji Domon. Mula-mula hanya sebagai pesuruh atau jongos. Karena disiplin dan kerja keras yang sangat kuat ditanamkan oleh majikan bangsa Jepang itu, kedudukanku terus meningkat. Dari pesuruh meningkat menjadi sopir. dan dari sopir akhirnya diangkat sebagai wakil manajer dengan tugas menyetor beras sampai ke kota-kota, sekitarnya seperti Jepara dan Krian. ......



Buku motivasional ini adalah kisah nyata Kasan (H.M. Sulchan) dari seorang anak Nelayan miskin lagi yatim yang mempunyai cita-cita tinggi dan berhasil mewujudkannya..

Sudahkah ANDA membacanya ?
admin: Maruf

Jumat, 10 Februari 2012

RASULULLAH’S BUSINESS SCHOOL

 Lauching Buku : RASULULLAH’S  BUSINESS SCHOOL
Karya: USTADZ RICH, PHD. & Prof. LAODE, Ph.D
Diterbitkan oleh IHWAH PUBLISHING HOUSE
Didistribusikan oleh: Rich-Moslem Community (Jl. Cempaka Putih Tengah XV No. 65 Rt. 001 Rw 008, Jakarta Pusat, 10510 Telp. 021-42888017 Fax : 021-4207915
http://www.richmoslem.com
Call center: +6281.22.500.1000
(Dalam foto:  H.  Hasan  Toha  Putra  (Ketua Umum YBW-SA),   Kukrit  Suryo  Wicaksono   (CEO Suara Merdeka Group), Prof Laode M. Kamaluddin (Rektor UNISSULA) dan Dr. HC. Muhammad Jusuf Kalla)

Buku “RASULULLAH’S BUSINESS SCHOOL” adalah buku yang ditulis dengan bahasa yang ringan, sederhana dan mudah dicerna, bahasa anak-anak remaja, karena itu buku ini sangat cocok dan menarik untuk dibaca bagi kaum muda. Buku ini dilaunching pada tanggal 19 Desember 2011 bertepatan dengan Pemberian BudAi Award 1433 H kepada Dr. H.C. Muhammad Jusuf Kalla di bidang Kemanusiaan yang bertempat di kampus UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang yang secara kebetulan salah satu pengarang buku ini adalah Rektor UNISSULA Prof. Laode M. Kamaluddin, M.Sc, M.Eng., Ph.D

Biografi Pengarang:
Ustadz Rich Moslem
USTADZ RICH, PHD. Adalah sapaan akrab dari ABDOLLAH RICHMOSLEM. Beliau dikenal sebagai ustadz motivator dan businessman muda yang enerjik dan ambisius. Beliau lahir di daerah pinggiran Kota Lumpia Semarang yang bernama Bangetayu Wetan pada tahun 1978, dari pasangan KH. Saerozi Noor, dan Hj. Siti Rodhiyah.

Ketika ditanya apa impian terbesarnya? Dengan mantap USTADZ RICH menjawab “Impian saya adalah MENJADI MUSLIM ULTRA KAYA yang benar-benar bebas finandial layaknya Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan Umar bin Abdul Aziz. Ya impian terbesar saya adalah MENJADI MUSLIM ULTRAKAYA tapi bertakwa. Kira-kira seperti Muhammad muda sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.

Untuk mewujudkan impiannya itu, dengan caranya sendiri USTADZ RICH membentuk lembaga profesional RICHMOSLEM NETWORKING yang bernaung di bawah RICHMOSLEM GROUP. Lembaga ini akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memerangi kemiskinan, terutama yang mendera umat Islam, lewat aneka ragam ladscape bisnis yang digelutinya, termasuk dunia penerbitan, percetakan, distribusi, consumergood dan property.

Biografi Pengarang:
Prof Laode M. Kamaluddin
Prof. Laode M. Kamaluddin, M.Sc, M.Eng, Ph.D lahir di Wakatobi Sulawesi Tenggara. Meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Industrial Technology, Summer 1991; Master of Engineering (M.Eng) di bidang Industrial and Manufacturing System Engineering, Fall 1990; dan Master of Science (M.Sc) di bidang International Development Studies, Summer 1986. Ketiga gelar tersebut diperoleh dari IOWA State University, Amerika Serikat. Dan tepat pada tanggal 21 Mei 2005 penghargaan tertinggi di Bidang Akademik diraihnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui pengukuhannya sebagai Guru Besar (Profesor) di Bidang Ekonomi Internasional. Saat ini, ia juga dipercaya menjadi Rektor Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Jawa Tengah. Selain itu ia juga tercatat sebagai CEO International Eco. Rescue Ltd. Perusahaan Global yang berpusat di Santa Fe New Mexico, New York, Amerika Serikat dan London, Inggris.

Saat ini Prof Laode sedang memfokuskan dirinya untuk menyampaikan visi leadership-entrepreneurship yanga da pada diri Rasulullah Saw., kepada bangsa Indonesia, terutama generasi mudanya. Untuk itu ia telah menelorkan buku-buku yang telah menjadi Best Seller Nasional, yaitu 14 Langkah Bagaimana Rasullulah Membangun Kerajaan Bisnis (2006), Rahasia Bisnis Rasulullah (2007) Cerdas Bisnis Cara Rasulullah (2010) dan The Best Life (2011)

ISI BUKU:

BAGIAN KESATU “BERANI KAYA BERANI TAKWA” (Sebuah Motivasi Dosis Tinggi agar umat Islam kaya raya plus takwa) oleh: Ustadz Rich
BAGIAN KEDUA “14 LANGKAH BAGAIMANA RASULULLAH MEMBANGUN KERAJAAN BISNIS” (Menjadikan Rasulullah sebagai Teladan Orang Kaya Raya) Oleh: Prof Laode, Ph.D
BAGIAN KETIGA “RAHASIA BISNIS RASULULLAH” (Mempelajari Jalan Tol menuju kekayaan Finansial cara Rasulullah) Oleh Prof. Laode M. Kamaluddin, P.hD
BAGIAN KETIGA "3 PIL ANTI MISKIN" (Agar kekayaan dilipatkan dan kemiskinan dijauhakan oleh Allah) oleh Ustadz Rich
BAGIAN KELIMA “CERDAS BISNIS CARA RASULULAH” (Bagaimana Rasulullah Saw. Bisa cepat kaya di Usia Muda hanya bermodal Cinta) oleh Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D
CATATAN ALHIR BAGIAN KELIMA
Untuk Bisa Kaya Seperti Rasulullah, Uang bukanlah Modal Utama.


“RASULULLAH’S  BUSINESS SCHOOL”
  1. Bagaimana mengubah kemiskinan menjadi kekayaan dan membangun mental berani kaya berani takwa
  2. Bagaimana membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran dengan modal nol seperti Rasulullah
  3. Bagaimana menjadi muslim miliader seperti Rasulullah
Uraian Singkat:
Bila hidup adalah telaga. Muhammad Saw. Tak ubahnya mata air. Darinya terpancar air kehidupan. Jernih dan tiada henti. Dengan kedehagaan yang kerap melingkupi insan segera sirna. Jernih karena air yang keluar dari Sang Maha Suci. Al-Qudduus. Tiada henti sebab muara dari Sang Maha Hidup. Al–Hayyu, tiada mengherankan, bila kemudian, sosok Muhammad Saw. Menjadi sumber inspirasi bagi banyak manusia. Tutur katanya menarik disimak, nasihatnya menjadi cahaya, sabdanya menjadi acuan, perilakunya merupakan panduan. Bagi banyak kalangan, meski berbeda status sosial dan atribut duniawi lainnya, Muhammad Saw. menjadi pencerahan dalam meniti langkah di hamparan kehidupan ini.

Suatu keniscayaan, bahwa dari perjalanan bisnis Muhammad muda hingga kerasulannya, fakta yang nyata adalah ; bisnis tanpa riba. Bahkan sebagai penguat terhadap keyakinannya itu, pada haji wada’ di lembah Uranah, beliau menekankan kembali untuk menjauhi riba dalam setiap jengkal kehidupam bisnis yang digulirkan oleh siapa saja yang mengakui risalahnya.

Muhammad Saw. memandang institusi bisnisnya selaras dengan prinsip-prinsip Celestial Management. Pertama, beliau menjadikan bisnis sebagai  sarana pengabdiannya terhadap Sang Maha Kuasa (Business is a palace of Worship). Itulah sebabnya Muhammad Saw. senantiasa mendasari bisnisnya dengan nilai-nilai langit. Kedua, beliau memposisikan bisnisnya sebagai bagian dari upaya mendapatkan dan mendistribusikan kemakmuran (Business is a Palace of Wealth). Dalam konteks ini kita melihat Muhammad Saw. Selalu berupaya mengksplorasi sumber-sumber kemakmuran dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan yang semakin efektif. Ketiga, beliau mengangap bisnis sebagai upaya pertempuran melawan ketidakadilan, kezaliman dan eksploitasi dalam bisnis tanpa mengindahkan nilai-nilai ilahiyah dan kemanusiaan itu sendiri (Business is a place of Werfare). Inilah yang dikenal dengan Celestial Paradigma.

Dengan buku ini, kita pun menemukan bahwa Muhammad Saw. Merupakan motor dan kekuatan perubahan, wirausahawan andal dan pemimpin. Pengaruhnya terus berlangsung tiada henti, mengikuti putaran bumi, sepanjang zaman. Selain itu kita pun dapat menangkap lintasan tarikh perniagaan Muhammad Saw. Dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dicerna. Selamat membaca dan temukan keajaiban setelah membaca buku ini, Insya Allah anda akan tambah yakin untuk menjadi MOSLEMRICH yang bertakwa. amin (Maruf ed)

Jumat, 20 Januari 2012

Berita Duka : telah kembali ke rahmatullah Bapak dr. H. Machfudz Ibawi, Sp. THT



Innalillahi wainna illahi rooji’un, telah kembali ke rahmatullah Bapak dr. H. Machfudz Ibawi, Sp. THT pada hari Jumat tanggal 20 Januari 2012, pukul 01.55 wib (Kamis dinihari). Beliau adalah mantan Rektor UNISSULA periode tahun 1988-1992 dan tahun 1997-2000 dalam usia 75 tahun di rumah kediaman beliau di Jl Kyai Telingsing 9 RT 003/01, Demangan, Kudus. UNISSULA kehilangan sosok yang kharismatik, sejarah mencatat selama kepemimpinan beliau banyak hal yang menjadikan UNISSULA lebih maju dan bernafaskan Islam, di antaranya pada tahun 1988 awal pembangunan Masjid Sultan Agung yang sekarang bernama Masjid Abu Bakar Asseqaf dan pada sekitar tahun 1997 dibangun 2 Gedung Fakultas Kedokteran, beliau juga perintis pendirian Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Di samping itu pengembangan manajemen dan Administrasi ditetapkan Sistem Pengelolaan Keuangan Terpusat, dan untuk kelancaran pelayanan administrasi telah diupayakan peningkatan system dari manual menuju program komputerisasi administrasi.
“Catatan beliau dalam Buku Kenangan 40 tahun UNISSULA ada 4 hal yang perlu dikedepankan :
1.       Adanya Keteladanan
2.       Adanya Komitmen
3.       Tetap Konsisten dan
4.       Adanya Kesinambungan.
Melalui 4 hal tersebut Insya Allah UNISSULA akan mampun menjadi Kampus yang indah dan berwibawa serta pada gilirannya mampu melahirkan Generasi Khaira Ummah sebagaimana telah termuat dalam Visisnya, Amin. (Kudus, 25 Maret 2002)





Semoga jasa yang telah beliau ukir di UNISSULA dapat dijadikan pedoman bagi kita generasi muda dalam membangun generasi yang khaira ummah, amin (maruf.ed’12)